Bupati Lima Puluh Kota (Drs.Syafaruddin Dt.Bandaro Kayo, SH) bersama Ketua DPRD dan Kepala OPD se-Kabupaten Lima Puluh Kota mengadakan Upacara Tabur Bunga di Lurah Kincia Nagari Situjuah Batua untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional yang bertepatan pada 10 November 2021.
Pada rangkaian ziarah yang berlangsung singkat, ditaburkan bunga diatas pusara para pahlawan Peristiwa Situjuah sebagai simbol penghargaan dan penghormatan para pejuang-pejuang bangsa.
Disamping Unsur Forkopinca upacara tabur bunga di hadiri juga oleh Perangkat Pemerintahan Nagari dan segenap tokoh masyarakat se-Kecamatan Situjuah Limo Nagari.
Peristiwa Situjuah adalah mata rantai Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948-1949 di Sumatera Tengah, salah satu saksi sejarah dalam kemerdekaan Republik Indonesia. Peristiwa Situjuah adalah suatu peristiwa penyerangan oleh pasukan penjajah Belanda terhadap para pejuang kemerdekaan Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menewaskan beberapa orang pimpinan pejuang dan puluhan orang anggota pasukan lainnya. PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) adalah suatu pemerintahan darurat yang dibentuk pada tanggal 22 Desember 1948 oleh beberapa orang pimpinan pejuang kemerdekaan Indonesia dan dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara. Pemerintahan itu dibentuk karena ditangkap dan diasingkan-nya beberapa orang pemimpin Republik Indonesia yaitu Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan Menteri Luar Negeri Agus Salim serta Syahrir dan lainnya oleh pihak Belanda ketika terjadinya Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948.
Acara tabur bunga berjalan lancar dimulai oleh Bupati Lima Puluh Kota dilanjutkan undangan lainnya, upacara dimulai jam 10.00 WIB, selanjutnya Bupati pula meninjau pelaksanaan Gebyar Pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Nagari situjuah Batua. Bupati sangat mengapresiasi pelaksanaan Vaksinisasi di Nagari Situjuah Batua khususnya, kecmaatan Situjuah Limo Nagari pada umumnya. (Rabu, 10 November 2021)
Feedback